yugzzzz's Site

Blog EntrySBY dan Ayat-ayat CintaApr 25, '08 12:45 PM
for everyone

Hidup kian mencekik batang leher. Harga kebutuhan pokok membumbung tinggi. Minyak tanah, gas, kedelai, menjadi barang langka. Dampak sosialnya sungguh mencengangkan. Salah satu koran harian terbitan Jakarta, beberapa hari lalu memuat berita makin banyaknya orang stress. Rumah penampungan sakit jiwa di Bekasi, kewalahan menerima banyaknya orang tak waras. Dan yang bikin miris bukan di mana anakku, di mana anakku  yang diocehkan, tapi tempe makin mahal, tempe makin mahal. 

Dampak sosial akibat melambungnya harga-harga kebutuhan bahan pokok bakal lebih panjang lagi. Tapi di tengah ketidakpastian hidup dan carut marutnya ekonomi, ada juga kabar baik. Paling tidak menjadi penawar atau pelarian dari segunung masalah yang kini melilit kita.

Lagu-lagu cinta  menjulang, sinetron-sinetron penjual mimpi tambah gemuk ratingnya, dan terakhir adalah fenomena film Ayat-ayat Cinta (AAC). Hingga kini tak kunjung habis dibicarakan. Dari rekor jumlah penonton dan keuntungan yang diraupnya. Produser AAC Manoj Punjabi, sudah berencana untuk membuat versi panjang film itu, dengan menambah adegan-adegan penting yang terlewatkan dari novel Habiburrahman El-Shirazy itu.

Tak hanya warga biasa yang menonton AAC di gedung bioskop. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), mantan Presiden BJ Habibie dan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga terpikat dengan AAC. Bahkan presiden kita tercinta, mengajak 80 duta besar nonton bersamanya. Mungkin SBY bangga, ada anak negeri yang mampu membuat film sebagus itu. Bukan kebiasaan Pak Presiden menonton film. Apalagi nonton AAC setelah wakil presiden menjejakkan kaki di karpet merah gedung bioskop beberapa hari sebelumnya. Mungkin SBY tertarik promosi JK, atau saking populernya film ini, serasa nggak enak bagi presiden tidak ikut nonton, hingga kesannya kurang up to date. Tapi bisa juga SBY merasa wajib nonton, karena takut  dianggap tidak mengapresiasi film selaris dan paling fenomenal buatan Indonesia di awal tahun 2008 ini.

Di masa duet kepemimpinan JK dan SBY ada beberapa film yang juga cukup fenomenal dan dipuja banyak kritisi, seperti Naga Bonar Jadi 2. Film ini dianggap sukses karena menyampaikan pesan moral dan kritik pada penguasa, meski kritik yang disampaikan tak telak sebagaimana Naga Bonar 1. Tak ada para petinggi negara yang hadir, kecuali Gubernur DKI yang saat itu dijabat oleh Sutiyoso. Naga Bonar jadi 2 bertahan lama di jaringan bioskop. Mungkin saat itu,  tugas kepresidenan sedang penuh, dan kondisi rakyat tengah merihatinkan.  Sementara di tahun 2008 agak longgar.

SBY memang memiliki jiwa seni tinggi. Sebelum menjadi presiden, SBY sudah memperdengarkan kemerduan vokalnya lewat lagu andalan grup Jamrud, Pelangi di Matamu. Setelah menjabat presiden, jiwa senianya kian menggelagak. SBY menciptakan lagu dan lirik. Hasilnya sebuah album. Lagu-lagu ciptaan orang nomor satu republik ini diberi judul Rinduku Padamu yang terdiri atas 10 lagu termasuk di antaranya lagu berjudul Rinduku Padamu yang dinyanyikan oleh Ketua Pappri Dharma Oratmangun, Kasih (Gee Foregia), Mengarungi Keberkahan Tuhan (Ebiet G Ade), Hening (Widi Mulia), Selamat Berjuang (Dea Mirella), Kawan (Kerispatih), Mentari Bersinar (Seno Haryo).

Tak sampai di situ, parade senja pun kembali dihidupkan. Penurunan bendera merah putih di Istana Negara saat matahari tergelincir di barat. Tapi kali ini ada nilai hiburan yang dijunjung dalam rentetan acara itu, antara lain dilantunkannya karya-karya SBY, serta menghadirkan artis-artis top ibukota.   

Rakyat memang butuh hiburan, sejenak melupakan lapar yang menggerogoti lambung, uang yang tak lagi cukup untuk menghidupi keluarga sehari-hari dan mimpi-mimpi yang tak lagi nyaris terbeli. Menyanyi menyehatkan jiwa, tapi lapar menyiksa tak bisa disembuhkan dengan nyanyian, semerdu apapun dan sebagus apapun liriknya. 

Perut lapar ya makan. Haus ya minum. Mahatma Gandhi, pemimpin kharismatik India pernah mengucap soal pemimpin yang baik di matanya: I suppose leadership at one time meant muscles; but today it means getting along with people. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang berdiri bersama rakyatnya. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang merasakan kesulitan dan kepedihan rakyatnya. 


yustiningrum wrote on Apr 25
salam kenal, yugzzz. aku tambah pusing lihat SBY nangis setelah lihat film AAC. okelah, AAC salah satu pendongkrak film anak negeri yg sudah lama mati suri. tapi kenapa nggak menangis untuk korban Lumpur Lapindo, yang rumahnya sekomplek terendam lumpur, hilang semua aset hidup yang dikumpulkan selama bertahun-tahun. yang lebih menyakitkan, kasus Lapindo masih belum diputuskan DPR, apakah ini bencana alam atau bencana buatan manusia (baca: kesalahan aplikasi teknologi). para petinggi Lapindo Brantas masih bisa kipas2 sambil siap2 lari dari kewajiban bayar ganti rugi. benar2 presiden republik mimpi...
antikris wrote on Apr 26
Tulisan kritis seperti ini langka banget. Bangga bisa ikut membacanya! Perut bangsa makin mules menyantap dua menu: Es Beye dan Sup Kalla.
gentlyweep wrote on Apr 26
Thank's.....guys mean a lot to me...sudah membaca tulisan ini, juga apresiasinya....kita butuh pemimpin yang punya kemampuan lebih ketimbang tebar pesona......tapi adakah?
sanggra wrote on Apr 26
Belon nonton sama sekali...ketinggalan banget gak si gue, Mas? Tapi aku salut dengan soal tingkat kehidupan yg makin kacau, malah bikin sensasi nutup Youtube segala, bener2 "Indonesa" banget deh. Mencoba menutupi yg memang seharusnya lebih penting di bahas. Gimana nasib Lapindo? Sedangkan pak Aburizal bisa anytime pergi dengan private jetnya ke luar negeri? Mampir kek ke Lapindo dengan private jetnya, atau jual pesawatnya buat bayar kompensasi bagi rakyat yg terkena musibah. Gimana nasib Aceh pasca Tsunami? kayanya itu propinsi sampe sekarang begitu2 aja deh, harusnya khan udah jadi kota keren n' modern, segitu banyaknya yang antisipasi memberikan donasi? Kemana aja larinya??? Gimana nasib2 anak autism di Jawa Tengah yg makin meningkat? koq bisa meningkat? Kirain penyakit turunan, jadi gak semua anak gak bisa kena, tapi kenapa 1 desa anak2nya banyak yg terkena autism, emang menular? Apa karena konsumsi gizi yg kurang/tidak ada atau tidak di provide oleh pemerintah? Atau pemerintah hanya buang muka pura2 gak tau n' yg penting nonton bioskop aje deh dulu, daripada dibilang gak "gaul". Pleaseeee deh... Kasianlah next generation kita...
gentlyweep wrote on Apr 26
Cari pemimpin muda sanggra......cari bareng-bareng yuk? Siapa tahu ada yang punya kandidat........
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help