yugzzzz's Site

Blog Entryapa kata dunia?Apr 28, '08 2:51 AM
for everyone

Naga Bonar bakal diputar ulang di bioskop.  Ini buntut kesuksesan naga bonar 2. Butuh proses panjang, sebelum film paling fenomenal di penghujung 80-an itu, disaksikan generasi kini. Dedy Mizwar, mengeluarkan biaya tak sedikit agar  Naga Bonar, nyaman di tonton. Pita seluloid yang lama tersimpan dibersihkan dari jamur.  Studio editing di Kemang, bertanggungjawab mengembalikan warna film, sound effect, hingga melakukan sulih suara di beberapa bagian film yang kondisinya amat memperihatinkan itu. Kabar terakhir, Naga Bonar terbang ke Thailand untuk proses Dolby Stereo. Rencananya Naga Bonar diputar di layar putih 8 Mei mendatang. Lantas, akankah  suara  si Naga kembali menggema?

            Film ini di masanya menangguk sukses. Apalagi kondisi film Indonesia waktu itu,  tak terlalu menggembirakan, istilahnya lesu. Skenario film ini merupakan salah satu  master piece dalam sejarah layar perak negeri ini. Siapa yang tak ingat pada kalimat: Bujang, sudah kubilang jangan kau berperang, perang juga kau,  matilah kau, atau Apa Kata Dunia? kalimat yang dipopulerkan kembali Departemen Pajak untuk menggenjot pendapatan pajak negara.

Naga Bonar si Raja Copet, yang mengangkat dirinya sendiri sebagai Jenderal. Dan dengan seenaknya memberikan pangkat pada para anak buahnya. Jenderal yang tak takut pada apapun, kecuali ibunya. Meski raja copet,  rasa nasionalismenya tinggi,  Tak punya kompromi mengganyang sang penjajah, Belanda. Naga juga santun pada wanita, dan marah jika anak buahnya, berlaku semena-mena pada kaum hawa, Lukman si Kolonel diturunkan pangkatnya menjadi kopral, hanya gara-gara menghamili Fatimah.

Ini adalah film perjuangan yang jauh dari propaganda. Film berlatarbelakang perjuangan yang tidak menampilkan sosok heroik, namun mengguncang rasa kebangsaan kita. Karena tidak heroik itulah Naga menjadi populer. Apalagi waktu film itu diputar, terlalu banyak pahlawan dan jenderal Orba dengan kisah kepahlawanan yang memukau di buku-buku sejarah. Seolah tanpa jasanya negeri ini tak pernah merdeka.

Skenario Asrul Sani mengendap puluhan tahun, sebelum difilmkan. Asrul pernah berucap, yang cocok memerankan naga Bonar adalah almarhum Soekarno M Noer, ayah rano Karno. Naga dalam benak Asrul, bertubuh pendek dengan wajah jauh dari ganteng. Dan bila berjalan, ujung samurainya menyentuh tanah. Asrul, menurut pengakuan MT Risyaf, sutradara film tersebut, menolak tokoh Naga Bonar diperankan Dedy Mizwar. Dedy terlalu ganteng.  Namun Risyaf bersikeras. Wajah Dedy pun dipermak. Selama syuting Dedy menggunakan cetakan gigi, agar rahangnya terlihat lebih lebar. Menurut Dedy  alat itu begitu menyiksa. Gusinya luka, mulutnya sariawan. Toh pengorbanannya tak sia-sia. Predikat aktor terbaik disandangnya pada Festival Film Indonesia. Para kritikus film pun menilai itulah puncak pencapaian aktingnya sebagai aktor.

Sayang, Risyaf tak diganjar penghargaan apapun, masuk nominasi Piala Citra saja tidak. Mungkin orang beranggapan skenario Asrul sudah begitu dahsyat hingga siapapun sutradaranya, pasti berhasil, karena almarhum, begitu rinci menggambarkan adegan demi adegan.

Pada sebuah percakapan di studio editing di Kemang Raya, Dedy menyatakan kehadiran kembali Naga, lebih dari sekadar re-master Naga Bonar. Dia berharap, pesan mulia dalam film ini dapat ditangkap generasi sekarang, yang dinilainya sudah jauh dari rasa Ke-Indonesiaan. Semoga saja asa itu menjadi kenyataan.

Ketika dibuat, Naga Bonar merupakan salah satu film yang menggunakan suara langsung. Di masanya, hanya sedikit yang berani melakukan itu. Sekarang, Naga Bonar muncul dengan gebrakan baru, film pertama di Indonesia  yang dirilis kembali dengan pewarnaan baru, dan merombak tata suara menjadi stereo. Efek suara pun ditambah biar menjadi dramatis. Upaya kerja kerasa Dedy patut dihargai. Dan jika ini berhasil tidak tertutup kemungkinan film-film lawas bakal mengikuti jejak Naga Bonar. Tapi bagaimana jika tidak? Dedy Mizwar berupaya  menyelamatkan harta karun arsip film nasional. Sekadar informasi,  kondisi seluloid Naga Bonar ketika ditemukan, sangat memperihatinkan, padahal usia film belum dua puluh tahun. Kebayang ‘kan kondisi film-film bersejarah lainnya yang berusia lebih dari itu? Apa Kata Dunia?  

 

 

 

 

 

 

 


yusys wrote on Apr 28
pengen dikirim VCD-nya hikkkkkks...*sambil kedip2*
sanggra wrote on Apr 28
Hahahaha...jadi inget jaman dulu ya Mas...pada antri nonton Nagabonar,dan ketawa gak ada berhenti2 nya. Yang ke dua malah aku belum liat sama sekali. Bagus juga ya mas? Pokoknya nginjek bioskop buat aku luxury banget deh sekarang...alias jarang.
gentlyweep wrote on Apr 28
nonton lagi dong sang
gentlyweep wrote on Apr 28
ahh yussy katanya mau ke jakarta mannnnna?
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help